Minggu, 17 Mei 2009

Kungfu Boy Legend 5

Judul: Kungfu Boy Legend 5
Pengarang: Takeshi Maekawa
Penerbit: Elex Media Komputindo

Yang ingin saya review sebenarnya khusus yang jilid 5, jadi yang tidak mengikuti dari jilid 1 mungkin akan bingung. Setelah dulu saya pernah pengen merivew yang jilid 3, sudah ditulis tapi tidak jadi di post karena akhirnya suasana hati saya berubah dan pengen cuti menulis waktu itu. Sekarang di jilid 5, chinmi dkk sudah masuk ke benteng Zeigan dan melawan 10 Pendekar Benteng yang tersisa.

Kalau di jilid 3, yang membuat saya terpukau adalah ide Maekawa sensei dalam mebuat duel antara 2 pawang monyet. Duel antara chinmi dan goku melawan pawang monyet (entah namanya siapa) dan manto. Tidak terbayang bahwa monyet, bisa jadi peliharaan yang jago berantem dan ganas, dengan kegesitan, kekuatan, dan kelincahan yang hebat, sebuah kompilasi dahsyat untuk menjadi modal pertarungan.

Di jilid 5 lebih keren lagi *tipe orang yang gampang terpukau dan takjub* karena ada lagi kehebatan musuh yang tidak disangka-sangka. Emosi pembaca pun diajak berayun-ayun, karena ada beberapa adegan emosional. 


Setelah Haikatsu dan Shinden alias laba-laba berayun gagal menemukan putri yang tadi sudah berhasil mereka tangkap, mereka menemukan mangsa baru. Gunte yang sudah kelalahan pun menjadi bulan-bulanan, dicekik dan kemudian dijatuhkan, di tengah lubang udara di dalam benteng (kaya mall-mall yang tengahnya kosong dan pengunjung bisa lihat dari lantai atas sampai lantai bawah itu loh, kalo masih ngga mudeng maen aja ke mall graha cijantung). Proses penyelamatan chinmi juga heroik, dengan kondisi tubuh yang sama-sama lelah, Gunte akhirnya berhasil ditangkap. Dia disuruh naik dengan memanjat tubuh Chinmi, tapi Gunte menolak, karena itu akan membahayakan nyawa Chinmi juga, gurunya. Sambil terlepas pelan-pelan dan jatuh Gunte bilang, "sudah cukup guru Chinmi, biarkan aku, semuanya gara-gara kekuranganku, terima kasih untuk segalanya selama ini, terima kasih". Sambil jatuh diperlihatkan flash back, awal pertemuan Gunte dan chinmi, waktu ada pasukan berkuda yang menyerang kampungnya (lihat kung fu boy edisi lama). Sambil Guntenya menitikkan air mata gitu..

Chinmi yang shock, merasakan penyesalan yang luar biasa tidak dapat menyelamatkan muridnya didatangi lagi oleh salah satu laba-laba berayun yang tersisa. Di akhir pertarungan, si musuh bilang sesuatu "mustahil, kamu juga bisa kungfu peremuk tulang", dan meninggalkan chinmi yang bertanya-tanya..

Siip lah, jadi kalau di jilid 3 melawan sesama pawang (chinmi tidak mau menyebut dirinya pawang karena baginya goku adalah sahabat) monyet, maka di jilid 6 akan bertemulah, dengan sesama ahli kungfu peremuk tulang. Cadas!!

Sampai sekarang kungfu boy masih jadi komik favorit saya dan sampai sekarang saya masih bingung, mana yang lebih keren Kungfu Boy atau Hikaru No Go. Ada kejutan di setiap jilidnya, termasuk jilid 5 ini. Cara menceritakannya juga enak, seru, dan memancing emosi. Kekurangannya sih, ya..biasalah komik yang digambarkan oleh laki-laki, penggambaran wanitanya pasti begitu lah (saya males bilangnya). Meskipun tidak porno, tapi kadang ada body alignment (bener ga ya bahasanya?) dari para perempuan (dalam komik ini putri Mito) yang agak gimanaaa gitu.