Rabu, 09 Januari 2013

Galau Itu Perlu!


~Akhirnya, buku pertama yang dikhatamkan di 2013. Ah, rasanya bikin optimis bisa baca banyak buku di tahun ini J

Judul                     : Yang Galau, Yang Meracau
Penulis                 : Fahd Djibran
Penerbit              : Kurniaesa Publishing
Tebal                     : 226 hlm



Saya tertarik dengan buku ini awalnya adalah karena judulnya “Yang Galau, Yang Meracau!”. Judul ini memuat dua kata yang sangat akrab dalam kehidupan saya, galau dan racau. Hehe. Lalu ditambah tertarik karena di bagian awal bab ada terjemahan dua kata tersebut dari KBBI. Aneh memang cara buku ini menarik saya, atau cara saya tertarik pada buku ini? Entahlah. Buku ini adalah salah satu dari sedikit buku yang saya beli sebelum dibaca tanpa label “best seller”, atau endorsement dari orang-orang terkenal. Hehe.

Ini buku pertama Fahd Djibran yang saya baca. Setelah buku ini saya beli barulah saya tau kalau dia adalah penulis yang “bagus”. Namun karena membaca bukunya perlu “mikir” kalau kata ai, makanya bukunya kurang banyak laku di pasaran.

Benar juga, membaca buku ini memang perlu mikir. Bahkan ada satu atau dua bab yang sudah saya baca sambil mikir tapi saya masih merasa belum paham betul. Belum paham atau sebenarnya berbeda paham sehingga saya malas memahaminya.

Kadang-kadang, menjadi galau itu perlu, kata Fahd Djibran. Saat galau yang perlu dibersihkan adalah kolam hati dan kolam pikiran kita. Itulah yang membuat kita tidak nyaman, gelisah, khawatir, bahkan putus asa. Dalam situasi-situasi seperti itu, mungkin kita perlu saat-saat sendiri: Melihat ke dalam diri, berbicara dengan diri sendiri..

Saya suka buku ini karena memaknai “galau” dengan sebenarnya. Menurut KBBI galau adalah sibuk beramai-ramai; ramai sekali; kacau tidak keruan (pikiran). Jadi segala kekacauan pikiran bisa disebut galau. Namun akhir-akhir ini banyak orang yang menyempitkan makna galau jadi kacau pikiran karena ketidakberadaan pasangan atau ketidakjelasan saat mengakhiri lajang saja. Dan di buku ini, sungguh bukan galau macam itu yang dibahas.

Penulis membagi kegalauan dalam 3 bab, Setan, Cinta, dan Tuhan. Jadi galau yang dibahas ini bukan melulu tentang cinta, bleh. Bahkan bab cinta pun tidak membahas kegalauan menye-menye seperti yang biasanya. Di buku ini dibahas kegalauan tentang dosa-dosa, keburukan sifat manusia, permasalahan hidup, sampai pencarian Tuhan.

Fahd Djibran menaruh minat yang besar pada filsafat. Saya merasa buku ini sarat muatan filosofi. Ada yang ringan, ada yang njelimet. Ada permisalannya yang dekat ada yang abstrak banget. Ah Ludi terlalu konkrit, susah memahami hal abstrak. Hiks! Ada juga yang secara penalaran tidak ada masalah, tapi membuat saya teringat pada argument orang-orang liberal.

Buku ini warna-warni banget buat saya. Kadang saya tersenyum, tertawa, tersindir, merinding, bahkan menahan tangis. Namun karena saya baca buku ini sambil mengawas ujian, pengen nangis juga harus ditahan. Hehe.

Satu lagi kekurangan buku ini, dari cetakan yang saya miliki. Banyak sekali kesalahan pengetikan. Akibatnya mode editor saya menyala. Selain pegang highlighter (seperti biasa, untuk menandai kalimat penting) saya juga pegang pensil sambil membaca dan tiap menemukan kata yang salah saya lingkari pakai pensil. Apa banget deh. Obsessive.

Begitulah, saya beri bintang 4 dari 5.

Daftar Belanja Pesta Buku Murah 2013


Pemi Ludi yang dilepas di toko buku dengan sejumlah uang di dalam dompetnya efeknya adalah kalap. Over budget. Selalu. Apalagi di pameran buku, wah banyak sekali buku murah dan menarik yang sayang bila dilewatkan tidak dibeli. Bah. Berhubung ada permintaan dari seorang kawan untuk menulis buku apa saja yang saya beli, maka tulisan inipun saya buat. Demi meluluskan permintaan seorang teman, saya baik kan? Hehe. (Apalagi ini udah jam 12 lewat dan saya tidak kunjung mengantuk, yaudah nulis ini aja)

Motherless Daughter
Sinopsisnya menarik. Selain itu saya dengar ada teman yang mengincar buku ini. Murah pula. Yasudah saya beli. Rencananya akan dijadikan hadiah untuk seorang teman. Sedangkan saya kalau niat pengen baca, akan pinjam saja. Haha.

Doctor Home
Utamanya beli buku ini adalah murahnya. Cuma dibandrol 20 ribu. Untuk buku kesehatan sebagus ini, sayang sekali saya lewatkan. Isinya tentang panduan merawat keluhan kesehatan dan pertolongan pertama di rumah, misalnya untuk penderita kejang, tersengat listrik, dll. Tidak selengkap dan setebal “Dokter di Rumah Anda” sih, tapi worth to buy.

Baby message
Yang menarik dari buku ini adalah ia mengajarkan berbagai massage. Selama ini saya Cuma tahu satu jenis massage. Di sini diajarkan massage untuk bayi kolik, sembelit, bahkan down syndrome dan cerebral palsy. Harganya diskon jadi 12 ribu. Cihuy kan?

Learning Early
Isinya tentang perkembangan fisik dan mental anak dari lahir sampai usia sekolah. Sebenarnya baru beberapa hari lalu beli buku sejenis, tapi yang ini lebih murah jadi beli lagi. Napsu dasar. Buku ini menarik soalnya banyak gambar-gambar dan pakai ada studi kasus gitu.

Dan kenapa saya banyak beli buku tentang anak gini? Buat kepentingan mengajar sebenarnya, sama biar tahu, jadi kalau ada yang nanya bisa jawab. Hehe.

Slam Dunk nomor 13, 16, 20, 28, 31
Disana banyak komik obral, jadi 5000an. Memang sih tidak lengkap, bahkan ada satu toko yang tidak menyusunnya secara sistematis, jadi harus mau ngubek-ngubek tumpukan itu dan kalau beruntung ya bisa dapat yang dicari. Heu.

Saya memang suka slam dunk, meskipun saya sudah baca sampai tamat, tapi saya pengen juga punya komiknya lengkap, dan berhubung dulu waktu masih terbit saya ga punya cukup uang buat langganan (sedih banget yak kesannya, hehe) jadilah sekarang saya berburu bekasnya. Ini juga susah kalau mau melengkapi koleksinya. Karena berburu komik bekas itu sifatnya untung-untungan banget.

Kung Fu Boy 13 & 26
Sama aja dengan cerita Slam Dunk di atas. Kerjaan saya dulu jaman kuliah kan begitu, ngubek-ngubek toko komik bekas di kober atau pocin buat cari Kung Fu Boy. Ngok.

Dunia Mimpi nomor 4
Ini juga sama kisahnya dengan Slam Dunk dan Kung Fu Boy. Sebenarnya Dunia Mimpi itu serinya dari 1 sampai 14. Dan untuk melengkapinya saya kurang nomor 4, 13 dan 14. Ini susah banget carinya biar komplit deh. Makanya kemarin ketemu nomor 4 seneng banget. Eh tadi dibaca ternyata ini komik agak “cacat” halamannya banyak yang dobel dang a lengkap. Hiks. Ada yang bisa bantu cari jilid 13-14?

Yang Galau Yang Meracau
Judulnya menarik ya? Buat saya sih iya. Kata penulisnya galau itu perlu. Karena itu adalah saat kita bersih-bersih hati dan pikiran. Saat itu kita jadi banyak berbicara dengan diri sendiri, dan yang dibutuhkan saat itu adalah kejujuran.

Saya udah baca beberapa bagian. Ada yang membuat saya tertawa, merinding, atau menahan tangis (soalnya bacanya sambil ngawas ujian jadi ga bisa sambil nangis, aneh, hehe). Tapi ada juga bagian yang saya kurang suka, ga nyambung. Hehe. *nasip kurang cerdas*

Kiai Sableng Santri Gendeng
Kenapa yah kemarin jadi tertarik membuka buku ini? Hm.. tapi setelah dibuka, isinya lucu. Sebenarnya sarat sindiran, tapi dengan cara yang jenaka, jadi bacanya sambil ketawa. Menertawakan diri sendiri juga pada akhirnya. Maknanya sarat tanpa perlu merasa berat.

Dwilogi Padang Bulan
Telat banget ya saya baru beli? Gapapa, saya udah biasa telat dalam membaca buku. Hehe *pembelaan diri*. Belum bisa komen apa-apa karena novelnya sama sekali belum saya baca.


Udah itu doang. Sedikit ya? *baru nyadar*. Tapi lebih baik sedikit lalu dibaca daripada banyak ujung-ujungnya cuma ditumpuk. Oya, saya berencana akan mendata buku-buku saya yang masih tersegel plastik! Entah dibeli dari bukfer jaman batu atau pameran buku jaman es, maksudnya biar lebih terpacu untuk membaca. Juga untuk memberi kesempatan teman-teman yang mau pinjam, biar lebih bermanfaat gitu (atau barangkali buat dijual lagi aja karena toh masih baru, haha). Ada yang tertarik? :D