Senin, 21 Februari 2011

Devil In Eyes

Judul: QED 31
Pengarang: Motohiro Katou
Penerbit: Elex Media Komputindo

~ini review yang agak kemana-mana, tapi, saya sangat merekomendasikan anda untuk membacanya sampai selesai

Sudah lama sekali ga baca QED, dulu baca komik ini kelas 3 sma (yang itu artinya udah sekitar 7-8 tahun lalu) dipinjamkan teman sebangku. Komik ini adalah komik detektif, tapi sedikit beda dengan det. conan atau kindaichi. kalau baca conan kan "berasa" kalau penulisnya suka baca novel sherlock homes atau agatha christie, begitupun kindaichi. tapi menurut saya conan lebih banyak mengadopsi sherlock sementara kindaichi lebih ke agatha christie. nah kalau QED saya tidak tahu komik ini berkiblat kemana, hehe. 

(jadi ngalor ngidul gini)

Bedanya lagi, saya hanya baca beberapa komik kindaichi abis itu males, soalnya pembunuhannya lumayan sadis dan 1 pembunuh biasanya membunuh banyak nyawa sekaligus (kaya novel a. christie kan, juarang banget korbannya cuma 1). kalau conan saya sempat ngoleksi sampai akhirnya males juga, karena berasa sinetron ga kelar-kelar. nah, kalau QED saya tidak koleksi, tapi ada beberapa jilid yang saya "incar" untuk punya. ceritanya seringkali "dalem", atau tragis. selain itu komik ini banyak diselipkan ilmu pengetahuannya. suka deh. soalnya si tokohnya kan lulus MIT dalam usia 15 tahun. makanya seringkali komik ini terasa "ilmiah". meski trik-trik pembunuhannya ga seribet conan, tapi Toma menemukan pembunuhnya dengan menyelami sisi psikologis orang lain, itulah menariknya, menurut saya sih. (menurut saya aoyama gosho itu jualan trik dan teka-teki, tapi saya akui, keren, hehe)

nah, QED 31 adalah salah satu jilid QED yang layak saya incar. apa sebab?