Rabu, 09 Januari 2013

Galau Itu Perlu!


~Akhirnya, buku pertama yang dikhatamkan di 2013. Ah, rasanya bikin optimis bisa baca banyak buku di tahun ini J

Judul                     : Yang Galau, Yang Meracau
Penulis                 : Fahd Djibran
Penerbit              : Kurniaesa Publishing
Tebal                     : 226 hlm



Saya tertarik dengan buku ini awalnya adalah karena judulnya “Yang Galau, Yang Meracau!”. Judul ini memuat dua kata yang sangat akrab dalam kehidupan saya, galau dan racau. Hehe. Lalu ditambah tertarik karena di bagian awal bab ada terjemahan dua kata tersebut dari KBBI. Aneh memang cara buku ini menarik saya, atau cara saya tertarik pada buku ini? Entahlah. Buku ini adalah salah satu dari sedikit buku yang saya beli sebelum dibaca tanpa label “best seller”, atau endorsement dari orang-orang terkenal. Hehe.

Ini buku pertama Fahd Djibran yang saya baca. Setelah buku ini saya beli barulah saya tau kalau dia adalah penulis yang “bagus”. Namun karena membaca bukunya perlu “mikir” kalau kata ai, makanya bukunya kurang banyak laku di pasaran.

Benar juga, membaca buku ini memang perlu mikir. Bahkan ada satu atau dua bab yang sudah saya baca sambil mikir tapi saya masih merasa belum paham betul. Belum paham atau sebenarnya berbeda paham sehingga saya malas memahaminya.

Kadang-kadang, menjadi galau itu perlu, kata Fahd Djibran. Saat galau yang perlu dibersihkan adalah kolam hati dan kolam pikiran kita. Itulah yang membuat kita tidak nyaman, gelisah, khawatir, bahkan putus asa. Dalam situasi-situasi seperti itu, mungkin kita perlu saat-saat sendiri: Melihat ke dalam diri, berbicara dengan diri sendiri..

Saya suka buku ini karena memaknai “galau” dengan sebenarnya. Menurut KBBI galau adalah sibuk beramai-ramai; ramai sekali; kacau tidak keruan (pikiran). Jadi segala kekacauan pikiran bisa disebut galau. Namun akhir-akhir ini banyak orang yang menyempitkan makna galau jadi kacau pikiran karena ketidakberadaan pasangan atau ketidakjelasan saat mengakhiri lajang saja. Dan di buku ini, sungguh bukan galau macam itu yang dibahas.

Penulis membagi kegalauan dalam 3 bab, Setan, Cinta, dan Tuhan. Jadi galau yang dibahas ini bukan melulu tentang cinta, bleh. Bahkan bab cinta pun tidak membahas kegalauan menye-menye seperti yang biasanya. Di buku ini dibahas kegalauan tentang dosa-dosa, keburukan sifat manusia, permasalahan hidup, sampai pencarian Tuhan.

Fahd Djibran menaruh minat yang besar pada filsafat. Saya merasa buku ini sarat muatan filosofi. Ada yang ringan, ada yang njelimet. Ada permisalannya yang dekat ada yang abstrak banget. Ah Ludi terlalu konkrit, susah memahami hal abstrak. Hiks! Ada juga yang secara penalaran tidak ada masalah, tapi membuat saya teringat pada argument orang-orang liberal.

Buku ini warna-warni banget buat saya. Kadang saya tersenyum, tertawa, tersindir, merinding, bahkan menahan tangis. Namun karena saya baca buku ini sambil mengawas ujian, pengen nangis juga harus ditahan. Hehe.

Satu lagi kekurangan buku ini, dari cetakan yang saya miliki. Banyak sekali kesalahan pengetikan. Akibatnya mode editor saya menyala. Selain pegang highlighter (seperti biasa, untuk menandai kalimat penting) saya juga pegang pensil sambil membaca dan tiap menemukan kata yang salah saya lingkari pakai pensil. Apa banget deh. Obsessive.

Begitulah, saya beri bintang 4 dari 5.

Daftar Belanja Pesta Buku Murah 2013


Pemi Ludi yang dilepas di toko buku dengan sejumlah uang di dalam dompetnya efeknya adalah kalap. Over budget. Selalu. Apalagi di pameran buku, wah banyak sekali buku murah dan menarik yang sayang bila dilewatkan tidak dibeli. Bah. Berhubung ada permintaan dari seorang kawan untuk menulis buku apa saja yang saya beli, maka tulisan inipun saya buat. Demi meluluskan permintaan seorang teman, saya baik kan? Hehe. (Apalagi ini udah jam 12 lewat dan saya tidak kunjung mengantuk, yaudah nulis ini aja)

Motherless Daughter
Sinopsisnya menarik. Selain itu saya dengar ada teman yang mengincar buku ini. Murah pula. Yasudah saya beli. Rencananya akan dijadikan hadiah untuk seorang teman. Sedangkan saya kalau niat pengen baca, akan pinjam saja. Haha.

Doctor Home
Utamanya beli buku ini adalah murahnya. Cuma dibandrol 20 ribu. Untuk buku kesehatan sebagus ini, sayang sekali saya lewatkan. Isinya tentang panduan merawat keluhan kesehatan dan pertolongan pertama di rumah, misalnya untuk penderita kejang, tersengat listrik, dll. Tidak selengkap dan setebal “Dokter di Rumah Anda” sih, tapi worth to buy.

Baby message
Yang menarik dari buku ini adalah ia mengajarkan berbagai massage. Selama ini saya Cuma tahu satu jenis massage. Di sini diajarkan massage untuk bayi kolik, sembelit, bahkan down syndrome dan cerebral palsy. Harganya diskon jadi 12 ribu. Cihuy kan?

Learning Early
Isinya tentang perkembangan fisik dan mental anak dari lahir sampai usia sekolah. Sebenarnya baru beberapa hari lalu beli buku sejenis, tapi yang ini lebih murah jadi beli lagi. Napsu dasar. Buku ini menarik soalnya banyak gambar-gambar dan pakai ada studi kasus gitu.

Dan kenapa saya banyak beli buku tentang anak gini? Buat kepentingan mengajar sebenarnya, sama biar tahu, jadi kalau ada yang nanya bisa jawab. Hehe.

Slam Dunk nomor 13, 16, 20, 28, 31
Disana banyak komik obral, jadi 5000an. Memang sih tidak lengkap, bahkan ada satu toko yang tidak menyusunnya secara sistematis, jadi harus mau ngubek-ngubek tumpukan itu dan kalau beruntung ya bisa dapat yang dicari. Heu.

Saya memang suka slam dunk, meskipun saya sudah baca sampai tamat, tapi saya pengen juga punya komiknya lengkap, dan berhubung dulu waktu masih terbit saya ga punya cukup uang buat langganan (sedih banget yak kesannya, hehe) jadilah sekarang saya berburu bekasnya. Ini juga susah kalau mau melengkapi koleksinya. Karena berburu komik bekas itu sifatnya untung-untungan banget.

Kung Fu Boy 13 & 26
Sama aja dengan cerita Slam Dunk di atas. Kerjaan saya dulu jaman kuliah kan begitu, ngubek-ngubek toko komik bekas di kober atau pocin buat cari Kung Fu Boy. Ngok.

Dunia Mimpi nomor 4
Ini juga sama kisahnya dengan Slam Dunk dan Kung Fu Boy. Sebenarnya Dunia Mimpi itu serinya dari 1 sampai 14. Dan untuk melengkapinya saya kurang nomor 4, 13 dan 14. Ini susah banget carinya biar komplit deh. Makanya kemarin ketemu nomor 4 seneng banget. Eh tadi dibaca ternyata ini komik agak “cacat” halamannya banyak yang dobel dang a lengkap. Hiks. Ada yang bisa bantu cari jilid 13-14?

Yang Galau Yang Meracau
Judulnya menarik ya? Buat saya sih iya. Kata penulisnya galau itu perlu. Karena itu adalah saat kita bersih-bersih hati dan pikiran. Saat itu kita jadi banyak berbicara dengan diri sendiri, dan yang dibutuhkan saat itu adalah kejujuran.

Saya udah baca beberapa bagian. Ada yang membuat saya tertawa, merinding, atau menahan tangis (soalnya bacanya sambil ngawas ujian jadi ga bisa sambil nangis, aneh, hehe). Tapi ada juga bagian yang saya kurang suka, ga nyambung. Hehe. *nasip kurang cerdas*

Kiai Sableng Santri Gendeng
Kenapa yah kemarin jadi tertarik membuka buku ini? Hm.. tapi setelah dibuka, isinya lucu. Sebenarnya sarat sindiran, tapi dengan cara yang jenaka, jadi bacanya sambil ketawa. Menertawakan diri sendiri juga pada akhirnya. Maknanya sarat tanpa perlu merasa berat.

Dwilogi Padang Bulan
Telat banget ya saya baru beli? Gapapa, saya udah biasa telat dalam membaca buku. Hehe *pembelaan diri*. Belum bisa komen apa-apa karena novelnya sama sekali belum saya baca.


Udah itu doang. Sedikit ya? *baru nyadar*. Tapi lebih baik sedikit lalu dibaca daripada banyak ujung-ujungnya cuma ditumpuk. Oya, saya berencana akan mendata buku-buku saya yang masih tersegel plastik! Entah dibeli dari bukfer jaman batu atau pameran buku jaman es, maksudnya biar lebih terpacu untuk membaca. Juga untuk memberi kesempatan teman-teman yang mau pinjam, biar lebih bermanfaat gitu (atau barangkali buat dijual lagi aja karena toh masih baru, haha). Ada yang tertarik? :D

Selasa, 18 Desember 2012

Dan Akhirnya Si Perempuanpun Move On


Judul: Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin
Pengarang: Tere Liye
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 264 hlm

Ada satu hal menyenangkan yang saya dapat setelah memutuskan untuk mematikan akses internet dari henpon saya untuk sementara waktu. Ianya adalah berhasil menghabiskan sebuah novel dalam sehari. Ayay! Entah kapan terakhir kali saya menghabiskan satu buku (buku ya bukan komik) hanya dalam sehari, sepertinya sudah lama sekali.

Ketika henpon masih selalu terhubung internet, tiap kali saya tidak tahu mau melakukan apa, ketika terjebak momen untuk menunggu, istirahat sambil rebahan, maka henpon-lah teman pembunuh waktu. Tapi ketika dia sudah tidak terkoneksi internet, maka henpon itu tak ubahnya jam digital saja, hanya ditengok untuk mengetahui waktu. Itupun kalau saya sedang tidak mengenakan jam tangan.

Tapi kini beda, sambil menunggu saya mengeluarkan buku, dan membaca lembar demi lembarnya. Hingga buku yang sebenarnya juga tak terlalu tebal ini bisa khatam dalam hitungan jam.

[ah sudahlah Ludi, pengantarmu terlalu banyak *toyor diri sendiri*]

Novel ini adalah novel pertama Tere Liye yang saya baca. Padahal ini bukan novel Tere Liye pertama yang saya punya atau saya pinjam. Ceritanya tentang dua kakak beradik pengamen jalanan yang bertemu dengan seseorang baik hati. Kehadiran orang tsb seolah malaikat penolong bagi keluarga mereka.

Kakak beradik itu bertemu dengan malaikat penolong mereka secara kebetulan di atas bis ketika mereka mengamen. Si kakak perempuan terkena paku payung di kakinya. Lalu pria (ya, malaikat penolongnya adalah seorang pria berusia 25 tahunan) membantu menyeka darahnya dengan sapu tangan yang ia bawa. Tidak hanya sampai disitu,


Selasa, 17 Mei 2011

Kearifan Bisa Mengungguli Kekuatan

Judul: Percy Jackson. Pencuri Petir
Pengarang: Rick Riordan

Ini fiksi fantasi. Ok? Dengan menyebut genre itu saya beharap anda sekalian sudah cukup memiliki gambaran besar mengenai apa yang diceritakan dalam novel ini. Kalau istilah kakak saya membaca cerita fantasi itu seperti sedang dibohongi. Dulu, jaman kakak saya masih mau baca komik, dia menolak baca komik yang ceritanya ada arwah dan sejenisnya, pokoknya fantasi lah, dia bilang “ogah diboongin”. Tapi, membaca novel ini, menurut saya, menarik banget ceritanya, dan saya jadi bilang dalam hati “gw seneng diboongin sama yang kaya gini.” Hehe.

Novel ini adalah bagian pertama dali lima seri. Bercerita tentang petualangan seorang remaja berumur 12 tahun bernama Percy Jackson. Percy adalah seorang blasteran dan akhirnya menjadi pahlawan (pilihan selain pahlawan adalah menjadi pemburu, tapi itu baru ada di buku ketiga). Blasteran, dalam cerita ini, adalah anak hasil pernikahan manusia biasa dan dewa.

Novel ini memang berfantasi dewa-dewa dalam mitologi yunani itu benar-benar ada. Dan, sama seperti dongeng yang dulu ada serialnya di tivi, Hercules, para dewa itu ada yang jatuh cinta dan punya anak dengan manusia. Ternyata, menurut cerita ini, kebiasaan itu belum berubah dalam beberapa ribuan tahun terakhir. Jadi, kalau di serial Hercules dulu, hanya ada hercules yang merupakan campuran dari manusia dan Zeus, di novel ini ada banyak manusia setengah dewa, yang diistilahkan blasteran. Ada anak Ares, Athena, Hermes, dll. Lucu kan?

Ceritanya banyak memiliki kemiripan pola dengan fiksi fantasi lainnya. Misalnya, selama bertahun-tahun Percy tidak tahu bahwa dia blasteran, dia sekolah di sekolah manusia biasa dan dianggap anak bermasalah karena disleksia dan GPPH. Selalu dikeluarkan dari sekolahnya, 6x dalam 6 tahun karena selalu membuat masalah. Tapi sebenarnya dia tidak bisa membaca tulisan berbahasa Inggris karena otaknya diprogram untuk membaca huruf Yunani kuno. Dan memiliki GPPH (gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas), impulsif, karena itu adalah refleks medan perang. Dalam medan pertempuran sungguhan refleks itu memungkinkan anak blasteran untuk bertahan hidup.

Sampai ketika akhirnya monster semakin menyadari akan keberadaan Percy, semakin bisa mencium baunya sebagai blasteran, nyawanya semakin terancam, dan akhirnya dia masuk ke Perkemahan Blasteran (sejenis Hogwarts di Harry Potter). Perkemahan ini adalah tempat yang dilindungi sihir sehingga para blasteran aman dari monster dan disana mereka mendapatkan pelatihan. Lagi-lagi, mirip asrama Hogwarts, di perkemahan blasteran terdapat 12 kabin. Masing-masing dinisbatkan pada satu dewa dan penghuni di dalamnya adalah anak dari dewa ybs. Jadi anak apollo akan tinggal di kabin apollo, anak athena tinggal di kabin athena, dst. 

Saya ini adalah sejenis pe-review yang kurang suka menceritakan kembali isi bukunya. Jadi bagi anda yang tertarik untuk membaca novel ini dan tidak suka spoiler, tenang saja, saya tidak akan menceritakan siapa ayah Percy, apa saja yang akan ditemui dalam misi, atau siapakah dewa yang berkhianat dan siapa pencuri petir sesungguhnya. Saya tidak tertarik menceritakan itu. Hehe.

Oke, saya akui, novel ini memang tidak salimul aqidah sekali. Tadi sudah saya bilang, disini diceritakan bahwa dewa yunani itu ada dan merekalah yang berkuasa mengatur dunia. Ada zues si penguasa langit, poseidon penguasa laut, dll. Mungkin juga novel ini sarat konspirasi, entah. Tapi saya suka membacanya karena kagum dengan imajinasi penulisnya. Saya suka melihat bagaimana dia mensastrakan mitologi yunani sehingga terasa lebih mudah dicerna.

Alasan lainnya, mirip dengan alasan saya membaca novel lain, saya suka mengamati cara penulis menyampaikan cerita, diksi yang digunakan, perumpaan yang dipakai. Yah, itung-itung belajar nulis novel lah, itung-itung belajar mensastrakan suatu sejarah, itung-itung belanja kata juga. Novel ini juga mengandung sedikit humor. Humor khas amerika. Beberapa humor yang asik dan cerdas menurut saya. Kadang saya dibuat nyengir karena sebuah pernyataan yang mungkin tidak membuat orang lain nyengir juga. Misalnya ketika menggambarkan Hermes, dikatakan “Semacam orang yang bisa segala macam, tapi tidak ahli dalam satu pun”. Hehe. Mungkin anda bingung dimana letak lucunya, tapi saya ketawa karena merasa kalau dari penggambaran ini, saya memiliki kemiripan dengan Hermes.

Satu lagi kekuatan penulis di novel ini adalah perumpaan yang dia buat. Unik, kadang lucu. Dan si penulis banyak sekali membuat perumpaan di novel ini. Wajar sih, mengingat ini cerita fantasi, jadi Percy harus banyak perumpaan agar kita para pembaca bisa mendapatkan gambaran yang baik dan bisa membayangkannya. Atau kadang perumpaan diberikan untuk menggambarkan pengindraan lain Percy, misalnya “baunya seperti pizza bawang putih berjamur yang dibungkus celana olahraga”. Bagi saya, pilihan celana olahraga itu terasa unik sekali. Hehe. Atau lagi, karena Percy memiliki gangguan GPPH, kadang isi otaknya terasa aneh dan liar sekali. Misal waktu dia ketemu Hades, di suasana yang mencekam, genting, dan berbahaya, sempat-sempatnya Percy berpikir “hal mengerikan apa yang harus dilakukan orang dalam hidupnya supaya dapat dianyam menjadi celana dalam Hades?”. Oalah..sempet-sempetnya mikirin celana dalam Hades, sang penguasa orang mati. Haha.

Ada satu quote yang saya suka di novel ini, sewaktu membahas Ares, dewa Perang. Ares punya kekuatan. Cuma itu yang dia punya. Kekuatan sekalipun kadang-kadang harus tunduk pada kearifan. Di sini diceritakan, dalam sebuah duel, Ares yang kuat, akhirnya kalah oleh Percy (yah, yang ini spoiler :p) yang bisa dibilang blasteran ingusan. Karena kekuatan bukanlah segalanya. Kadang, kearifan bisa mengungguli kekuatan.

Begitulah. Novel ini, nasibnya mirip dengan novel fiksi fantasi lainnya di tangan saya, berat untuk diletakkan sebelum selesai. Saya menamatkannya dalam waktu 2 hari, itupun karena hari pertama saya ketiduran.

Senin, 21 Februari 2011

Devil In Eyes

Judul: QED 31
Pengarang: Motohiro Katou
Penerbit: Elex Media Komputindo

~ini review yang agak kemana-mana, tapi, saya sangat merekomendasikan anda untuk membacanya sampai selesai

Sudah lama sekali ga baca QED, dulu baca komik ini kelas 3 sma (yang itu artinya udah sekitar 7-8 tahun lalu) dipinjamkan teman sebangku. Komik ini adalah komik detektif, tapi sedikit beda dengan det. conan atau kindaichi. kalau baca conan kan "berasa" kalau penulisnya suka baca novel sherlock homes atau agatha christie, begitupun kindaichi. tapi menurut saya conan lebih banyak mengadopsi sherlock sementara kindaichi lebih ke agatha christie. nah kalau QED saya tidak tahu komik ini berkiblat kemana, hehe. 

(jadi ngalor ngidul gini)

Bedanya lagi, saya hanya baca beberapa komik kindaichi abis itu males, soalnya pembunuhannya lumayan sadis dan 1 pembunuh biasanya membunuh banyak nyawa sekaligus (kaya novel a. christie kan, juarang banget korbannya cuma 1). kalau conan saya sempat ngoleksi sampai akhirnya males juga, karena berasa sinetron ga kelar-kelar. nah, kalau QED saya tidak koleksi, tapi ada beberapa jilid yang saya "incar" untuk punya. ceritanya seringkali "dalem", atau tragis. selain itu komik ini banyak diselipkan ilmu pengetahuannya. suka deh. soalnya si tokohnya kan lulus MIT dalam usia 15 tahun. makanya seringkali komik ini terasa "ilmiah". meski trik-trik pembunuhannya ga seribet conan, tapi Toma menemukan pembunuhnya dengan menyelami sisi psikologis orang lain, itulah menariknya, menurut saya sih. (menurut saya aoyama gosho itu jualan trik dan teka-teki, tapi saya akui, keren, hehe)

nah, QED 31 adalah salah satu jilid QED yang layak saya incar. apa sebab?

Kamis, 21 Oktober 2010

Pemikirulung dan Lelaki Tua dan Laut

Judul: Lelaki Tua dan Laut
Pengarang: Ernest Hemingway

Apa yang mendasari anda membaca atau membeli buku tertentu? Kalau saya, banyak. Yah, karena anggaran membeli buku saya tidak sebanyak buku yang ingin atau mestinya saya beli. Maka perlu proses memilih dalam membeli buku. Salah satu faktor nya (tentang faktor lainnya mungkin akan saya bahas di tulisan lain, kalau anda memang tertarik untuk tahu) adalah testimony. Yap, kesaksian dari orang lain bahwa buku itu memang bagus, atau bahkan sampai direkomendasikan untuk dibaca akan sangat mendorong saya untuk membeli atau membaca sebuah buku.

Awalnya, saya tidak tertarik dengan buku ini. Karena selain judulnya tidak menarik, gambar covernya juga. Dulu, waktu sma saya suka membaca banyak novel. Baik itu novel yang tersedia di perpustakaan sekolah, novel yang suka “muncul” di buku pelajaran bahasa Indonesia, seperti “Belenggu”, atau.. ah, bahkan saya sudah tidak ingat lagi judul-judulnya, novel karya pujangga lama, pujangga baru, dll. Atau novel-novel berbahasa inggris yang diterbitkan dian rakyat, saya pinjam dari teman seperti “Silas Marner”, dongeng yunani “daedalus and icarus”. Novel chicklit, waktu saya sma gramedia mulai me-launching chicklit seperti “Bridget Jone’s Diary”, atau bacaan remaja “the princess diary”, karyanya Meg Cabot itu. Novel detektif karya Agatha Christie dan Conan Doyle, sampai novel-novel islami dari mizan atau syamil. Tapi novel ini, saya tidak tertarik. 

(kalau diinget-inget lucu juga, masa SMA adalah masa saya banyak sekali melahap bacaan fiksi, dari komik sampai novel, apalagi pas kelas 3, dan masa itu tak pernah terulang sampai sekarang)

Suatu hari saya baca sebuah novel, tokoh wanitanya orang inggris. Dia berkenalan dengan pemuda amerika, lewat internet. Si cewek datang ke amerika untuk menemui pria itu, memang diundang juga. Salah satu hal yang menarik adalah, cewek ini seorang jurnalis, pandai, suka baca. Cowoknya seorang pengusaha fitness, taunya tentang kebugaran doang. Si cewek agak kecewa karena cowo amerika itu tidak tahu Ernest Hemingway dan belum pernah baca novelnya “the old man and the sea”. Padahal novel ini fenomenal banget. Novel ini menyabet hadiah puleitzer tahun 1953 dan sekaligus mengantarkan Hemingway meraih nobel sastra 1954. Cewe inggris ini kecewa karena si pria amerika tidak mengenal salah satu pengarang Amerika terkemuka sepanjang jaman.

Saya jadi tertarik, pengen baca novel ini juga. Emangnya kaya apa sih?

Minggu, 25 Juli 2010

Full Metal Alchemist 21

Judul: Full Metal Alchemist 21
Pengarang: Hiromu Arakawa

Pertama baca komik ini waktu SMA, dulu belum ada terbitan elex media, kayanya bajakan deh. Berhubung temen saya langganan, saya jadi baca terus setiap nomer baru terbit. itulah salah satu gunanya teman, tempat meminjam berbagai hal. tapi lama-lama saya merasa kurang suka, karena komik ini "ga salimul aqidah banget", hehe.

Berhubung udah terlanjur ngikutin, akhirnya saya lanjutin juga baca. Lama-lama semakin menarik, saya suka dengan persaudaraan Edward dan Alphonse. Pernah juga pikiran saya sampai terbawa ke Palestina waktu baca sebuah jilid di komik ini. banyak intrik, konspirasi. pengarangnya mantep deh bikin ceritanya. tiap tokoh punya karakter yang kuat.

sedikit curhat dulu, hehe. saya udah lama banget ngga ke toko buku dan beli buku. baru setelah selesai profesi tuh sempet. selain waktu juga duit sih, hihi. nah, pas ke toko buku, ternyata saya udah ketinggalan 2 jilid. tapi saya memutuskan untuk beli 1 dulu, nomer 21, soalnya saya hari itu juga "nemu" chibi maruko chan, lumayan buat nostalgia masa kanak-kanak, hehe

saya cuma mau cerita satu fragmen di komik ini. yang laen baca sendiri ya. yaitu saat rombongan dr. marco, scar, dll berjalan dari utara menuju central.